Breaking News

Kredit Perbankan Maluku Tumbuh Sejalan dengan Ekonomi 5,31 Persen, OJK Dorong UMKM


AMBON, CahayaLensa.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku mencatat pertumbuhan kredit perbankan di Maluku terus menunjukkan tren positif. Pertumbuhan tersebut dinilai sejalan dengan pertumbuhan ekonomi daerah yang mencapai 5,31 persen.

Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, mengatakan pertumbuhan kredit menjadi salah satu faktor yang menopang aktivitas ekonomi melalui pembiayaan kepada masyarakat dan pelaku usaha.

“Kalau tadi pertumbuhan ekonominya 5,31 persen, pertumbuhan kreditnya juga sejalan. Pertumbuhan kredit ini bisa menjadi salah satu penopang untuk membantu pertumbuhan ekonomi di Provinsi Maluku,” kata Haramain dalam kegiatan Maluku Bastori bersama insan pers di Ambon, Rabu, 12 Agustus 2026.

Menurut Haramain, struktur perekonomian Maluku masih ditopang sejumlah sektor utama, antara lain pertanian, kehutanan, perikanan, perdagangan, konsumsi rumah tangga, serta industri pengolahan.

Selain itu, sektor penyediaan akomodasi serta makanan dan minuman juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup tinggi.

Perkembangan tersebut, menurut dia, sejalan dengan meningkatnya aktivitas usaha restoran dan kuliner di Maluku.

DPK Tumbuh 1,51 Persen

Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan di Maluku tumbuh sekitar 1,51 persen.

Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh peningkatan dana masyarakat yang tersimpan dalam bentuk tabungan.

Haramain mengatakan kondisi tersebut menunjukkan aktivitas perbankan yang relatif sehat karena masyarakat masih memiliki kecenderungan menyimpan dana di bank, baik melalui tabungan maupun deposito.

Namun, persaingan perbankan dalam menghimpun dana masyarakat semakin ketat.

Bank, kata dia, harus memperhitungkan biaya dana, terutama ketika menawarkan suku bunga deposito yang lebih tinggi untuk menarik nasabah.

Karena itu, perbankan perlu memperluas basis nasabah tabungan serta meningkatkan akses dan layanan keuangan kepada masyarakat.


OJK Maluku bersama industri perbankan juga terus mendorong peningkatan pembiayaan kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM.

Pertumbuhan kredit UMKM saat ini masih berada di kisaran 0,78 persen.

Menurut Haramain, kondisi tersebut membutuhkan sinergi antara OJK, perbankan, pemerintah daerah, bank pembangunan daerah, serta lembaga terkait lainnya.

“Bagaimana kita mendorong pembiayaan UMKM, karena UMKM ini yang lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan tentu saja bagi perekonomian di provinsi ini,” katanya.

Di tengah pertumbuhan kredit UMKM yang masih terbatas, kredit mikro menunjukkan perkembangan yang lebih tinggi.

Pembiayaan dengan nilai di bawah Rp100 juta tercatat tumbuh sekitar 6,25 persen.

Haramain menilai angka tersebut menjadi peluang untuk terus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro.

Menurut dia, penguatan pembiayaan UMKM penting karena sektor tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat serta penciptaan lapangan usaha.

Potensi Bank Syariah Masih Terbuka

Selain perbankan konvensional, OJK Maluku juga melihat potensi pengembangan sektor perbankan syariah yang masih cukup besar.

Haramain mengatakan pertumbuhan perbankan syariah di Maluku relatif lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan perbankan syariah secara nasional.

Kondisi tersebut menunjukkan masih terbukanya ruang pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di daerah.

“Market bank syariah di Provinsi Maluku ini potensinya masih sangat besar. Bahkan pertumbuhannya lebih tinggi daripada pertumbuhan secara nasional,” ujar Haramain.

OJK, kata dia, akan terus mendorong industri perbankan memperluas layanan dan pembiayaan syariah, sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai produk keuangan berbasis syariah.



Di luar perbankan, OJK Maluku juga terus memantau perkembangan pasar modal dan industri jasa keuangan lainnya.

Haramain menegaskan pertumbuhan sektor jasa keuangan harus diarahkan agar memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah.

OJK bersama pemerintah daerah, industri perbankan, dan pemangku kepentingan lainnya akan terus memperkuat sinergi untuk menjaga pertumbuhan kredit, penghimpunan dana, pembiayaan UMKM, serta pengembangan ekonomi syariah.

Dengan pertumbuhan ekonomi Maluku yang mencapai 5,31 persen, OJK berharap fungsi intermediasi perbankan semakin optimal sehingga sektor keuangan dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Maluku.

Tidak ada komentar