Wali Kota Ambon Soroti OPD Enggan Ikut Lomba
AMBON, CahayaLensa.com — Wali Kota Ambon Bodewin Melkias Wattimena menyoroti masih adanya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang enggan berpartisipasi dalam lomba kebersihan maupun sejumlah kegiatan yang digelar Pemerintah Kota Ambon menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon.
Hal itu disampaikan Wattimena usai apel pagi Pemerintah Kota Ambon di Lapangan Apel Balai Kota Ambon, Rabu (2/9/2026).
Wattimena mengaku menerima laporan dari Dewan Juri terkait adanya OPD yang keberatan mengikuti lomba kebersihan antar-OPD.
Padahal, menurutnya, penilaian kebersihan seharusnya dapat dilakukan hingga ke tingkat desa, negeri dan kelurahan.
Namun, dalam pelaksanaannya, masih terdapat pihak yang keberatan untuk mengikuti maupun dinilai dalam kegiatan tersebut.
“Saya mendapat laporan dari Dewan Juri bahwa ada OPD yang keberatan untuk mengikuti lomba kebersihan. Padahal, seharusnya penilaian ini dapat dilakukan hingga ke tingkat desa, negeri dan kelurahan. Namun ternyata ada juga lurah yang keberatan untuk dinilai atau mengikuti kegiatan tersebut sebagai peserta,” ujar Wattimena.
Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama, terutama karena seluruh jajaran Pemkot Ambon sedang menyambut dan merayakan HUT ke-451 Kota Ambon.
Wattimena menegaskan, semangat perayaan, kemeriahan dan sukacita harus terlebih dahulu dibangun dari internal Pemerintah Kota Ambon.
“Kita sedang merayakan Hari Ulang Tahun Kota Ambon yang ke-451. Suasana perayaan, semangat dan kemeriahan itu harus terlebih dahulu tercipta dari internal kita sendiri,” katanya.
Ia mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) agar tidak hanya berharap masyarakat ikut menyemarakkan HUT Kota Ambon, sementara jajaran pemerintah sendiri justru tidak aktif mengambil bagian.
“Jangan kita berharap masyarakat dan pihak-pihak lain berpartisipasi untuk menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun Kota Ambon apabila kita sendiri, sebagai ASN dan bagian dari Pemerintah Kota Ambon, tidak terlibat secara aktif. Ini adalah dari kita dan untuk kita,” tegasnya.
Wattimena mengungkapkan, persoalan kurangnya partisipasi juga terjadi dalam lomba memasak yang sebelumnya digelar. Sejumlah pihak, katanya, juga tidak mengambil bagian dalam berbagai kegiatan dan perlombaan lainnya.
“Saya sendiri kadang bertanya-tanya, mengapa masih ada yang enggan terlibat. Mari kita membiasakan diri untuk memberikan contoh kepada masyarakat Kota Ambon, dimulai dari internal kita sendiri,” ujarnya.
Ia menilai partisipasi ASN dalam berbagai kegiatan pemerintah harus dimulai dari internal Pemkot Ambon sendiri.
Sebab, euforia, kegembiraan dan sukacita dalam menyambut HUT Kota akan lebih mudah dirasakan masyarakat apabila ASN terlebih dahulu menunjukkan semangat kebersamaan dan partisipasi.
“Jangan kita berharap orang lain memulai sesuatu yang sebenarnya merupakan bagian dari kepentingan kita bersama,” tandasnya.
Karena itu, Wattimena mengajak seluruh jajaran Pemkot Ambon untuk terlibat aktif dalam seluruh kegiatan yang telah dirancang.
Menurutnya, kegiatan Pemerintah Kota Ambon dirancang oleh OPD sendiri sehingga seluruh jajaran seharusnya memiliki tanggung jawab untuk ikut menyukseskannya.
“Kalau kita yang merancang kegiatan tetapi kita sendiri tidak terlibat di dalamnya, tentu ini menjadi sesuatu yang kurang tepat,” katanya.
Selain menyoroti partisipasi OPD, Wattimena juga memberikan perhatian terhadap persiapan pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-451 Kota Ambon.
Ia meminta seluruh panitia dan OPD mengatur peserta upacara dengan baik dan rapi.
Menurutnya, barisan peserta tidak boleh terlihat bergerombol maupun tidak teratur.
“Saya tidak menginginkan barisan peserta upacara terlihat tidak teratur atau bergerombol. Walaupun jumlah peserta mungkin tidak terlalu banyak, tetapi dari tampilan depan harus terlihat rapi, tertib dan mencerminkan kualitas kita sebagai penyelenggara pemerintahan,” ujarnya.
Wattimena meminta peserta diatur dengan jarak yang baik dan posisi yang tertib.
Ia juga mengingatkan agar peserta tidak membawa tas ke dalam barisan upacara.
Jika kondisi cuaca hujan, penggunaan payung juga harus diatur oleh panitia sehingga tidak mengganggu kerapian dan kehikmatan pelaksanaan upacara.
“Upacara peringatan Hari Ulang Tahun Kota Ambon harus dilaksanakan dengan penuh penghormatan dan kehikmatan,” katanya.
Ia meminta protokol dan panitia memastikan seluruh rangkaian kegiatan ditata secara baik.
Menurut Wattimena, pemilihan peserta dari masing-masing OPD juga perlu diperhatikan.
Tidak menjadi persoalan apakah peserta laki-laki atau perempuan, namun yang terpenting seluruh peserta harus tampil rapi, tertib dan disiplin.
“Jangan sampai peserta berdiri bergerombol atau tidak memperhatikan jarak antarbarisan,” tegasnya.
Wattimena meminta seluruh peserta dilatih dan dipersiapkan dengan baik karena kerapian peserta turut menentukan kehikmatan sebuah upacara.
Menurutnya, hal itu bukan untuk membebani ASN, tetapi sebagai upaya menunjukkan standar dan kualitas yang baik dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kota Ambon.
Penghargaan Hanya Bonus
Dalam kesempatan tersebut, Wattimena juga menyampaikan rasa syukur atas penghargaan Financial Literacy Award yang berhasil diraih Kota Ambon.
Ia mengatakan, Kota Ambon memperoleh penghargaan terbaik pertama tingkat nasional dalam kategori kota dari Otoritas Jasa Keuangan dan Pemerintah Pusat.
Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Pemerintah Kota Ambon.
“Penghargaan tersebut adalah hasil kerja kita semua. Saya selalu mengatakan bahwa penghargaan adalah bonus. Yang paling utama bukanlah mengejar penghargaan, tetapi melaksanakan dengan baik apa yang menjadi tanggung jawab kita bersama,” katanya.
Ia menegaskan, apabila seluruh jajaran bekerja dengan baik, melaksanakan tugas secara penuh tanggung jawab dan memberikan hasil terbaik, maka penghargaan akan datang dengan sendirinya.
Karena itu, penghargaan tidak boleh menjadi tujuan akhir.
“Penghargaan hanya menjadi motivasi,” ujarnya.
Wattimena mengingatkan, penilaian akan terus dilakukan setiap tahun dan belum tentu penghargaan yang sama dapat diraih kembali.
Karena itu, penghargaan yang diperoleh saat ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja.
Ia juga meminta seluruh OPD memberikan perhatian serius terhadap indeks dan indikator kinerja.
Menurutnya, banyak capaian telah diraih melalui kerja keras dan kerja bersama, namun seluruh hasil tersebut harus didukung dengan administrasi, dokumentasi, penginputan data dan pelaporan yang baik.
“Kita berharap seluruh kerja keras tersebut tidak menjadi sia-sia hanya karena kita lalai dalam hal-hal administratif, termasuk penginputan data dan berbagai aspek pendukung lainnya,” katanya.
Wattimena meminta Sekretaris Kota dan seluruh jajaran memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut.
Ia menegaskan Kota Ambon tidak boleh lagi berada dalam kategori buruk atau kurang.
“Kita harus terus berupaya agar berada pada kategori baik, sangat baik, bahkan terbaik. Karena pada dasarnya kita telah melakukan banyak hal dengan baik,” tandasnya.
Menurutnya, yang perlu dilakukan adalah memastikan seluruh pekerjaan, data, indikator dan hasil kerja terdokumentasi, diinput serta dilaporkan secara baik.
Wattimena berharap seluruh pencapaian yang telah diraih dapat menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Pemerintah Kota Ambon untuk terus bekerja bersama, bekerja keras dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat serta pembangunan Kota Ambon.


Tidak ada komentar