OJK Beri Penghargaan Financial Literacy Award dan KEJAR Award 2026, Ambon dan Maluku Raih Prestasi
AMBON, CahayaLensa.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, satuan pendidikan, hingga individu yang dinilai aktif mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui Financial Literacy Award dan KEJAR Award 2026.
Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian peringatan Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026. Ajang ini menjadi bentuk apresiasi OJK kepada berbagai pihak yang secara konsisten menjalankan program literasi keuangan, membangun budaya menabung, serta memperluas akses masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan. (29/08/2026)
Dalam kategori Pemerintah Daerah dengan Program Literasi Keuangan Terbaik, penghargaan tingkat provinsi diraih Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Untuk tingkat kota, penghargaan diberikan kepada Pemerintah Kota Ambon, sedangkan tingkat kabupaten diraih Pemerintah Kabupaten Malang.
Selain pemerintah daerah, sejumlah Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) juga memperoleh penghargaan. Pada kategori PUJK dengan Program Literasi Keuangan Terbaik, apresiasi diberikan kepada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Central Asia Tbk., PT Prudential Life Assurance, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk.
Sementara kategori PUJK dengan Program Literasi Keuangan Teraktif diberikan kepada PT Bank Central Asia Tbk., PT BPR Hasa Mitra, PT BNI Modal Ventura, PT Prudential Life Assurance, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk., serta Unit Usaha Syariah PT Pegadaian.
Untuk kategori PUJK dengan Pembentukan OJK PEDULI Termasif, penghargaan diraih PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., serta PT Bank Syariah Indonesia Tbk.
Apresiasi juga diberikan melalui KEJAR Award 2026. Dalam kategori Bank Implementasi KEJAR Terbaik, penghargaan diberikan kepada sejumlah bank berdasarkan subkategori dan wilayah.
Pada subkategori BUMN, penghargaan diraih PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Sementara PT Bank Central Asia Tbk. menjadi penerima penghargaan kategori Bank Umum Konvensional dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. untuk kategori Bank Umum Syariah.
Sejumlah Bank Pembangunan Daerah turut mendapatkan penghargaan, di antaranya PT Bank Aceh Syariah untuk wilayah Sumatera, PT Bank DKI atau Bank Jakarta untuk wilayah Jawa-Bali, PT Bank Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara untuk wilayah Kalimantan, serta PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara untuk wilayah Sulawesi.
Untuk wilayah Nusa Tenggara-Maluku-Papua, penghargaan diberikan kepada PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Barat Syariah.
Pada kategori BPR/BPRS, penghargaan juga diberikan berdasarkan wilayah. Untuk wilayah Nusa Tenggara-Maluku-Papua, penerima penghargaan adalah PT BPR Modern Express Provinsi Maluku.
Penghargaan KEJAR Award juga mencakup kategori Bank Teraktif dalam Pelaksanaan Bank Goes to School, yang diraih PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk.
Prestasi lainnya datang dari Maluku. Provinsi Maluku meraih penghargaan sebagai Wilayah Implementasi KEJAR Terbaik untuk subkategori tingkat provinsi regional Nusa Tenggara-Maluku-Papua.
Penghargaan tersebut menempatkan Maluku sebagai salah satu daerah yang dinilai berhasil mendorong implementasi program KEJAR di satuan pendidikan sekaligus memperkuat kebiasaan menabung di kalangan pelajar.
Selain Maluku, penghargaan serupa pada kategori wilayah regional lainnya diberikan kepada Provinsi Sumatera Utara, DKI Jakarta, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Tenggara.
Sementara untuk kategori kota/kabupaten, penerima penghargaan antara lain Kota Pematangsiantar, Kota Bandung, Kota Palangkaraya, Kota Kendari, serta Kabupaten Raja Ampat.
OJK berharap momentum Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026 tidak berhenti pada pemberian penghargaan, tetapi menjadi penggerak untuk memperluas budaya menabung dan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan.
Generasi muda dinilai perlu dibekali pemahaman keuangan sejak dini agar mampu mengambil keputusan finansial secara bijak, sekaligus memahami manfaat dan risiko produk serta layanan jasa keuangan.
Sinergi antara OJK, pemerintah, industri jasa keuangan, pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya akan terus diperkuat.
Langkah tersebut diarahkan untuk membangun masyarakat Indonesia yang semakin terliterasi, inklusif, berdaya, dan sejahtera secara finansial, sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.


Tidak ada komentar