Breaking News

OJK dan BKKBN Maluku Perkuat Literasi Keuangan untuk Bangun Keluarga Tangguh


AMBON, CahayaLensa.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku memperkuat literasi keuangan masyarakat melalui kolaborasi dengan Kantor Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Maluku.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukasi keuangan bagi Penyuluh Keluarga Berencana (KB), Tim Pendamping Keluarga, serta pengelola Kampung Keluarga Berkualitas di Provinsi Maluku,Selasa (4/8/2026)

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengintegrasikan peningkatan literasi keuangan dengan pembangunan keluarga berkualitas. OJK berharap masyarakat memiliki kemampuan mengelola keuangan secara mandiri, produktif, dan berdaya saing.

Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, mengatakan literasi keuangan merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun keluarga berkualitas.

Menurut dia, keluarga yang mampu mengelola keuangan secara bijak akan lebih siap menghadapi tantangan ekonomi dan merencanakan masa depan.

Selain itu, kemampuan mengelola keuangan juga dinilai dapat membantu menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi yang sehat dan berkualitas.

“Membangun keluarga berkualitas tidak hanya berbicara tentang kesehatan dan pendidikan, tetapi juga tentang kemampuan mengelola keuangan secara cerdas,” kata Haramain.

Menurut dia, keluarga dengan literasi keuangan yang baik akan lebih siap menghadapi berbagai persoalan ekonomi.

“Keluarga juga dapat terhindar dari jeratan pinjaman online ilegal, judi online, maupun berbagai bentuk penipuan keuangan,” ujarnya.

Haramain mengatakan kolaborasi dengan BKKBN Maluku diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi keuangan hingga ke Kampung Keluarga Berkualitas.

Ia berharap para Penyuluh KB, Tim Pendamping Keluarga, dan pengelola Kampung Keluarga Berkualitas dapat berperan sebagai penggerak literasi keuangan di tengah masyarakat.

Peserta diharapkan tidak hanya mendampingi program pembangunan keluarga, tetapi juga mampu memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pengelolaan keuangan, pemanfaatan layanan keuangan formal, serta perlindungan dari berbagai risiko kejahatan di sektor keuangan.

Kegiatan edukasi tersebut dilaksanakan secara daring dan diikuti hampir 200 peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Maluku.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Edi Setiawan, mengikuti kegiatan secara daring.

Sementara Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Mincie H. Ubro, hadir langsung di Aula Pertemuan Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku.

Edi menyambut baik kerja sama antara BKKBN dan OJK Maluku.

Menurut dia, pembangunan keluarga berkualitas membutuhkan pendekatan yang menyeluruh dan tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, pengasuhan, dan pendidikan.

Penguatan ketahanan ekonomi keluarga, kata dia, juga menjadi bagian penting dalam membangun keluarga yang mandiri dan produktif.

“Literasi keuangan menjadi salah satu instrumen penting dalam menciptakan keluarga yang mandiri, produktif, dan mampu mengambil keputusan keuangan secara tepat,” kata Edi.

BKKBN Maluku, menurut Edi, berkomitmen memperluas kolaborasi bersama OJK untuk menjangkau lebih banyak masyarakat melalui jaringan Kampung Keluarga Berkualitas di seluruh wilayah Maluku.

Dalam kegiatan tersebut, OJK Maluku memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan keluarga.

Materi yang disampaikan mencakup penyusunan anggaran rumah tangga, membangun budaya menabung, mengelola utang secara bertanggung jawab, hingga perencanaan keuangan untuk mencapai tujuan hidup keluarga.

Melalui metode interaktif dan aplikatif, para peserta juga didorong menjadi agen literasi keuangan yang dapat meneruskan pengetahuan tersebut kepada masyarakat di wilayah masing-masing.

Selain pengelolaan keuangan, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menggunakan produk dan layanan jasa keuangan yang resmi, berizin, dan diawasi OJK.

OJK turut mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan keuangan digital yang semakin berkembang.

Modus tersebut antara lain judi online, pinjaman online ilegal, investasi ilegal, penipuan digital, hingga penyalahgunaan data pribadi.

Berbagai risiko tersebut dinilai dapat menimbulkan kerugian finansial sekaligus mengganggu ketahanan ekonomi keluarga.

Melalui kolaborasi dengan BKKBN Maluku, OJK berharap literasi keuangan dapat semakin dekat dengan masyarakat dan menjadi bagian dari upaya membangun keluarga yang mandiri, tangguh, serta sejahtera.

Tidak ada komentar