Breaking News

Walikota Ajak Pelajar Menabung, Jauhi Judi Online, Pinjol dan Gaya Hidup Konsumtif


Ambon, CahayaLensa.com - Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, mengajak generasi muda untuk membangun masa depan sejak dini melalui kebiasaan menabung, menjaga diri dari perilaku negatif, serta meningkatkan karakter dan mental.

Pesan tersebut disampaikan Bodewin saat memberikan pemaparan materi dalam kegiatan Hari Indonesia Menabung dan Puncak Bulan Literasi Keuangan Provinsi Maluku Tahun 2026, yang berlangsung di Auditorium Universitas Pattimura Ambon, Kamis (3/9/2026).

Di hadapan para pelajar, Bodewin menegaskan bahwa menabung tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila generasi muda masih terjebak dalam berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan dan menguras keuangan.

Ia secara khusus mengingatkan para pelajar untuk menjauhi kebiasaan merokok, perjudian, termasuk judi online, serta berbagai perilaku negatif lainnya.

“Kalau mau menabung untuk masa depan, stop merokok, stop berjudi. Hal-hal seperti itu hanya akan merusak masa depan dan menghabiskan apa yang sudah kita tabung,” tegas Bodewin.

Menurutnya, generasi muda harus mampu menjaga diri dan tidak mudah tergoda melakukan hal-hal yang tidak memberikan manfaat bagi masa depan.

“Kalau ingin menjadi orang hebat, menjadi walikota, gubernur atau pemimpin di masa depan, jauhilah hal-hal yang tidak baik. Karena yang tidak baik tidak akan membawa masa depan yang baik,” ujarnya.

Selain perjudian, Bodewin juga mengingatkan pelajar agar tidak mudah tergoda menghabiskan uang melalui berbagai platform belanja online.

Menurutnya, kemudahan teknologi membuat seseorang dapat melakukan transaksi hanya dalam hitungan menit. Kondisi tersebut, apabila tidak disertai kemampuan mengelola keuangan, dapat membuat tabungan habis tanpa disadari.

“Jangan mudah tergoda menghabiskan uang di marketplace atau belanja online. Kadang kita membeli sesuatu dan tidak terasa tabungan kita hampir habis karena semuanya sangat mudah dilakukan,” katanya.

Ia juga mengingatkan generasi muda agar selalu menjaga keamanan data pribadi dalam menggunakan layanan keuangan digital.

Para pelajar diminta tidak sembarangan memberikan PIN, kata sandi maupun data pribadi kepada pihak lain.

Selain itu, Bodewin mengingatkan pentingnya menjauhi praktik pinjaman online ilegal dan judi online yang dapat membawa dampak buruk terhadap kondisi keuangan maupun masa depan seseorang.

“Jangan mudah memberikan PIN, password maupun data pribadi kepada orang lain. Hindari pinjaman online ilegal dan judi online,” pesannya.


Dalam kesempatan itu, Bodewin juga mendorong agar seluruh pelajar di Kota Ambon memiliki rekening tabungan.

Menurutnya, menabung bukan sekadar menyimpan uang, tetapi merupakan bagian dari proses mempersiapkan masa depan.

“Kalau kita memahami bahwa menabung adalah untuk masa depan, maka semua anak-anak di Kota Ambon harus memiliki kesempatan untuk mempersiapkan masa depannya melalui kebiasaan menabung,” ujarnya.

Bodewin berharap lembaga jasa keuangan dan perbankan dapat lebih aktif melakukan program jemput bola dengan mendatangi sekolah-sekolah.

Menurutnya, akses terhadap layanan keuangan harus semakin dekat dengan para pelajar sehingga budaya menabung dapat tumbuh menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Ia juga meminta para kepala sekolah, guru dan orang tua untuk bersama-sama membangun kebiasaan menabung di kalangan anak-anak.

“Silakan lembaga jasa keuangan masuk ke sekolah-sekolah. Mari kita bersama-sama menjadikan literasi dan kebiasaan mengelola keuangan sebagai bagian dari gaya hidup anak-anak di Kota Ambon,” katanya.


Bodewin juga berpesan kepada para pelajar agar tidak pernah berhenti bermimpi dan berani memiliki cita-cita.

Menurutnya, mimpi dan cita-cita menjadi arah bagi seseorang dalam menentukan langkah untuk mencapai masa depan.

“Jangan pernah berhenti bermimpi. Mimpi itu penting. Jangan pernah takut menyampaikan cita-cita, karena cita-cita akan mengarahkan kita untuk menentukan apa yang harus dilakukan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kecerdasan intelektual saja tidak cukup untuk menjamin kesuksesan seseorang.

Generasi muda, menurutnya, juga harus memiliki karakter yang baik, mental yang kuat serta disiplin dalam menjalani kehidupan.

“Kalau ada anak-anak yang sangat cerdas dan memiliki kemampuan intelektual luar biasa, apakah itu sudah cukup menjamin masa depannya? Belum tentu. Intelektual harus disertai karakter dan mental yang baik,” tegasnya.

Bodewin mengingatkan bahwa setiap usaha dan perbuatan baik akan menghasilkan sesuatu yang baik pula.

“Setiap usaha yang baik pasti akan menghasilkan yang baik. Apa yang kita tanam dan tabur dengan baik, itulah yang nantinya akan kita tuai,” katanya.

Lebih lanjut, Bodewin mengatakan pembangunan Kota Ambon tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia.

Karena itu, Pemerintah Kota Ambon bersama OJK, lembaga perbankan, sekolah dan para guru memiliki tanggung jawab bersama dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan.

“Anak-anak kita harus dipersiapkan dengan baik untuk mengisi Indonesia Maju dan Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Ia berharap generasi muda Kota Ambon dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, memiliki kemampuan mengelola keuangan dan mampu menjauhi berbagai pengaruh negatif.

Menurutnya, investasi terbaik bagi masa depan adalah terus mengajarkan hal-hal positif kepada generasi muda agar mereka memiliki bekal menghadapi berbagai tantangan.

“Kita semua punya tanggung jawab. Pemerintah, OJK, perbankan, kepala sekolah dan guru harus bersama-sama mempersiapkan anak-anak kita. Mereka adalah generasi yang kelak akan memimpin daerah dan bangsa ini,” tandasnya.

Bodewin berharap dari generasi muda Kota Ambon akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan yang mampu membawa perubahan positif bagi daerah, Maluku dan Indonesia.

“Siapa tahu dari anak-anak yang hadir hari ini, nanti ada yang menjadi walikota, gubernur, bahkan pemimpin bangsa. Karena itu, mulai sekarang lakukan yang terbaik, bangun karakter, rajin belajar dan biasakan menabung untuk masa depan,” pungkasnya.

Tidak ada komentar