Breaking News

OJK Maluku Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda Lewat Hari Indonesia Menabung 2026


AMBON, CahayaLensa.com — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku menggelar peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) dan puncak Bulan Literasi Keuangan (BLK) Tahun 2026 di Auditorium Universitas Pattimura, Kota Ambon, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan 16 industri perbankan serta sekitar 1.200 siswa dan siswi dari 53 SMP dan 10 SMA sederajat di Kota Ambon.

Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya generasi muda.

Ia menjelaskan, berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan, tingkat inklusi keuangan secara nasional meningkat dari 92,76 persen menjadi sekitar 93,1 persen. Sementara tingkat literasi keuangan naik dari 66,64 persen menjadi 69,57 persen.

“Literasi itu tingkat pemahaman, seberapa paham masyarakat memahami produk keuangan. Untuk inklusi, seberapa banyak masyarakat menggunakan produk keuangan,” ujarnya.

Menurut Haramain, tingginya angka inklusi dibandingkan tingkat literasi menunjukkan masih adanya kesenjangan dalam pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan.

Artinya, masyarakat sudah banyak menggunakan produk keuangan, namun belum seluruhnya memahami karakteristik, manfaat, risiko, serta konsekuensi dari produk yang digunakan.

“Orang banyak pakai dulu, tetapi belum paham produknya dan risikonya seperti apa,” katanya.

Karena itu, OJK Maluku terus mendorong penguatan edukasi keuangan, terutama kepada pelajar yang dinilai sebagai kelompok strategis dalam membangun budaya keuangan yang sehat sejak dini.

Selain meningkatkan literasi, OJK juga mendorong perluasan akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan melalui berbagai program, termasuk Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).

Dalam kesempatan tersebut, OJK Maluku juga menyampaikan sejumlah capaian Provinsi Maluku dalam bidang literasi dan inklusi keuangan.

Pada puncak Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan tingkat nasional di Bekasi pada 28 Agustus 2026, Maluku meraih penghargaan sebagai pemerintah provinsi terbaik dalam implementasi Program KEJAR untuk wilayah Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

Pemerintah Kota Ambon juga meraih penghargaan sebagai kota dengan program literasi keuangan terbaik nasional tahun 2026 melalui inovasi modul ajar literasi keuangan yang terintegrasi dalam mata pelajaran IPS tingkat SMP/MTs.

Selain itu, Bank Modern Express meraih penghargaan sebagai BPR dengan implementasi Program KEJAR terbaik di wilayah Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

Haramain menambahkan, edukasi keuangan di Maluku terus dilakukan melalui berbagai kegiatan, seperti seminar di desa, edukasi kepada masyarakat, pelatihan, serta sosialisasi di sekolah.

“Rangkaian Bulan Literasi Keuangan 2026 di Maluku juga mencakup program Bank Goes to School, sosialisasi dan edukasi keuangan lintas segmen, aktivasi duta literasi keuangan, webinar, serta lomba video edukasi keuangan tingkat SMP,” katanya.

Ia mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat sinergi agar peningkatan literasi dan inklusi keuangan tidak hanya terpusat di Kota Ambon, tetapi juga menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Maluku.

“Generasi muda adalah masa depan kita. Karena itu, literasi keuangan harus kita tanamkan sejak sekarang,” ujarnya.

Gubernur Dorong Budaya Menabung Sejak Usia Sekolah

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menyampaikan apresiasi kepada OJK, industri perbankan, pemerintah daerah, dunia pendidikan, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Maluku.

“Prestasi ini semua adalah bukti bahwa Maluku memiliki concern yang tinggi terhadap peningkatan literasi dan inklusi keuangan bagi masyarakatnya,” katanya.

Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi Maluku berkomitmen mendorong budaya menabung melalui Program KEJAR kepada siswa SMA dan SMK di seluruh Maluku.

Menurutnya, kebiasaan menabung perlu ditanamkan sejak usia sekolah agar generasi muda memiliki kemampuan mengelola keuangan secara bijak dan bertanggung jawab.

Gubernur juga mengingatkan para pelajar agar berhati-hati terhadap berbagai risiko di era digital, termasuk pinjaman daring ilegal, investasi ilegal, dan penipuan digital.

“Jaga data pribadi, PIN, dan kode OTP serta gunakan hanya produk dan layanan keuangan yang legal dan diawasi oleh otoritas yang berwenang,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Provinsi Maluku, OJK, Bank Indonesia, industri perbankan, serta dunia pendidikan agar edukasi dan akses keuangan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Menurutnya, penguatan literasi dan inklusi keuangan harus menjangkau seluruh wilayah Maluku, termasuk masyarakat yang tinggal di pulau-pulau terluar.

Melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, diharapkan generasi muda Maluku dapat memiliki pemahaman keuangan yang lebih baik serta mampu memanfaatkan produk dan layanan keuangan secara aman, bijak, dan bertanggung jawab.

Tidak ada komentar